Perilaku Remaja Terhadap Konsumsi Makanan Bergizi Dalam Pencegahan Stunting Pada Balita

Authors

  • Jumiatun Universitas Bhakti Kencana
  • Pujiati Setyaningsih Universitas Bhakti Kencana

Abstract

Stunting terjadi mulai dari pra-konsepsi ketika seorang remaja menjadi ibu yang kurang gizi dan anemia. Pemenuhan nutrisi saat remaja dapat mencegah terjadinya gizi yang kurang saat masa kehamilan. Langkah paling penting yang harus diambil adalah makin ditingkatkannya perhatian kepada remaja putri, karena mereka menghadapi risiko lebih besar dan mereka lebih rentan menghadapi lingkungan social. Kejadian stunting di Indonesia mencapai 21,6, di Jawa Tengah 20,8 dan di Kabupaten Kendal mencapai 17,5, lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 yang tercatat 8,3% kasus. Intervensi untuk mencegah terjadinya peningkatan prevalensi stunting dapat dilakukan pada siklus daur kehidupan pada fase remaja. Masa remaja amat penting diperhatikan, gizi seimbang pada masa ini akan sangat menentukan kematangan mereka dimasa depan. Perhatian khusus perlu diberikan kepada remaja perempuan agar status gizi dan kesehatan yang optimal dapat dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku remaja terhadap konsumsi makanan bergizi dalam pencegahan stunting pada Balita di SMA Muhammadiyah 04 Kendal. pendekatan deskriptif. Sampel sejumlah 30 responden dengan teknik total sampel. Variabel perilaku dikategorikan menjadi dua yaitu baik jika ≥ mean dan kurang jika < mean. Instrumen yang digunakan kuesioner. Perilaku pencegahan stunting remaja putri baik, perilaku yang mayoritas tidak dilakukan adalah konsumsi tablet tambah darah. Lingkungan social remaja mayoritas tidak memberikan dukungan terhadap perilaku remaja putri dalam pencegahan stunting. Perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut tentang persepsi orang-orang dekat remaja putri terhadap pencegahan stunting.

Downloads

Published

30-06-2023